Maaf Aku Telat...
Biodiversitas ? Minuman berenergi apa itu ? Bagi kebanyakan orang non Biologi pasti tidak ada bayangan arti "Biodiversitas". Kata BIODIVERSITAS dibentuk dari dua kata, yaitu Bio (dari Bios) yang artinya makhluk hidup; dan Diversitas yang berarti ragam. Bila disatukan akan memiliki makna keanekaragaman makhluk hidup/hayati (red. bukan Neng Hayati yaaa). Bagi masyarakat Biologi, Biodiversitas adalah hal penting, salah satu dasar dari nyawa ilmu biologi. Masyarakat Biologi mempelajari dari penyusun biodiversitas, yaitu hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, dan virus. Namun banyak juga masyarakat Biologi yang hanya paham arti kata Biodiversitas saja, padahal Biodiversitas itu dalam banget.
Di Program Studi Biologi F MIPA UNS (red. kampusku) ada beberapa kelompok studi, salah satunya yang berfokus untuk menelisik dan mempelajari biodiversitas. Kelompok studi ini bernama Kelompok Studi Biodiversitas (KS BIODIV). Pada tahun 201^, pas masuk awal aku ikut mendaftar untuk menjadi bagian dari anggotanya. Sebab awal karena ajakan teman angkatan dan dorongan dari kakak tingkat di HIMABIO. Open rekruitmennya menggunakan sistem DIKLAT. Inyong sendiri tidak ada bayangan DIKLATnya itu seperti apa, karena memang KS BIODIV dormansi beberapa tahun sehingga tidak ada gambaran yang pasti tentangnya. (Pre memori, ya karena tidak boleh disebarin seperti apa DIKLATnya. Padahal isinya bahagia. Try by yourself).
Pas awal jadi anggota inyong termasuk aktif, ikut dalam banyak kegiatan, bahkan pada tahun selanjutnya ditunjuk menjadi Komandan Lapangan untuk DIKLAT. Setelah itu inyong rada hiatus karena beberapa alasan. Sebenarnya bukan pengalaman ini yang mau inyong tulis kalau dilihat dari judul postingan. wkwkwk.
Kelompok Studi Biodiversitas berdiri pada awal tahun 2000 an, namun pada tahun 2005 dormansi. Beberapa tahun selanjutnya ada kakak tingkat yang mulai menstimulasinya. Pada awal bangun masih belum tertata rapi sistem kelembagaannya meskipun sudah ada kelas kajian, namun inyong rasa tidak cocok. Sampai inyong masuk pun masih kurang, ya namanya awal. Beberapa tahun setelahnya sudah mulai terbangun rapi dengan adanya kelas-kelas kajian biodiversitas. Kajian-kajian ini hingga sekarang masih berkembang. Kajian Flora mengkaji lumut, pteridofita, bryofita, anggrek, dan pohon. Kajian Fauna mengkaji reptil, odonata, lepidoptera, dan amfibi. Kajian terakhir sebelumnya masuk ke kajian Flora karena jomblo (kan kasian), kajiannya tentang fungi.
Pada tahun 2014, KS BIODIV bersama KS Kepak Sayap mengadakan sebuah program kerja bersama. Proker miniriset ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menginventarisasi biodiversitas Gunung Lawu. Proker ini dinamakan Ekspedisi Wukir Mahendra (EWM). Kajiannya tentang keanekaragaman Gunung Lawu, tapi ya yang dikaji dari KS BIODIV dan KS Kepak Sayap. Pada tahun ini inyong belum berpartisipasi karena inyong masih rada jauh dari KS BIODIV dan satu alasan lain. Jadi inyong tidak bisa banyak cerita tentang EWM 2014 yang mengeksplor Lawu sisi selatan.
Pada tahun selanjutnya inyong baru bisa ikut serta. Inyong tertarik dengan salah dua kajiannya, yaitu anggrek dan lumut. Kebetulan untuk kajian anggrek belum ada yang minat, inyong dimasukan ke kajian flora khusus anggrek. Tahun ini EWM berfokus di sisi barat. Kegiatannya kurang lebih 1 minggu. Pada 1 minggu itu kami mengeksplorasi hutan lindung yang ada di sisi barat, tepatnya daerah Ngargoyoso. Dari kegiatan ini inyong menjadi lebih memahami tentang Biodiversitas walau sedikit. Perasaan inyong bahagia banget waktu itu. Paham maksud dari Biodiversitas alam liar. Dari ini inyong mulai tertarik dengan Biodiversitas alam liar, utamanya anggrek. Namun inginnya nggak cuma anggrek, karena Biodiversitas itu luas. Inyong juga tertarik reptil, lepidoptera dan pastinya kajian flora. Inyong sangat tertarik dengan flora, dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah.
Apa jadinya kalau inyong tidak menjadi anggota KS BIODIV ? Inyong tidak akan lebih memahami apa arti dari kata Biodiversitas. Inyong hanya tau arti "kata" nya saja, bukan dalamnya. Inyong kecewa, kecewa baru tahu Biodiversitas alam liar pada masa akhir studi inyong. Ini masih menjadi kekecewaan inyong hingga saat ini dan mungkin akan terus hinggap di perasaan inyong. Terimakasih Kelompok Studi Biodiversitas, engkau telah membuka inderaku. Maaf aku telat... untuk menyadari hal penting dari ilmu biologi.
Di Program Studi Biologi F MIPA UNS (red. kampusku) ada beberapa kelompok studi, salah satunya yang berfokus untuk menelisik dan mempelajari biodiversitas. Kelompok studi ini bernama Kelompok Studi Biodiversitas (KS BIODIV). Pada tahun 201^, pas masuk awal aku ikut mendaftar untuk menjadi bagian dari anggotanya. Sebab awal karena ajakan teman angkatan dan dorongan dari kakak tingkat di HIMABIO. Open rekruitmennya menggunakan sistem DIKLAT. Inyong sendiri tidak ada bayangan DIKLATnya itu seperti apa, karena memang KS BIODIV dormansi beberapa tahun sehingga tidak ada gambaran yang pasti tentangnya. (Pre memori, ya karena tidak boleh disebarin seperti apa DIKLATnya. Padahal isinya bahagia. Try by yourself).
Pas awal jadi anggota inyong termasuk aktif, ikut dalam banyak kegiatan, bahkan pada tahun selanjutnya ditunjuk menjadi Komandan Lapangan untuk DIKLAT. Setelah itu inyong rada hiatus karena beberapa alasan. Sebenarnya bukan pengalaman ini yang mau inyong tulis kalau dilihat dari judul postingan. wkwkwk.
Kelompok Studi Biodiversitas berdiri pada awal tahun 2000 an, namun pada tahun 2005 dormansi. Beberapa tahun selanjutnya ada kakak tingkat yang mulai menstimulasinya. Pada awal bangun masih belum tertata rapi sistem kelembagaannya meskipun sudah ada kelas kajian, namun inyong rasa tidak cocok. Sampai inyong masuk pun masih kurang, ya namanya awal. Beberapa tahun setelahnya sudah mulai terbangun rapi dengan adanya kelas-kelas kajian biodiversitas. Kajian-kajian ini hingga sekarang masih berkembang. Kajian Flora mengkaji lumut, pteridofita, bryofita, anggrek, dan pohon. Kajian Fauna mengkaji reptil, odonata, lepidoptera, dan amfibi. Kajian terakhir sebelumnya masuk ke kajian Flora karena jomblo (kan kasian), kajiannya tentang fungi.
Pada tahun 2014, KS BIODIV bersama KS Kepak Sayap mengadakan sebuah program kerja bersama. Proker miniriset ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menginventarisasi biodiversitas Gunung Lawu. Proker ini dinamakan Ekspedisi Wukir Mahendra (EWM). Kajiannya tentang keanekaragaman Gunung Lawu, tapi ya yang dikaji dari KS BIODIV dan KS Kepak Sayap. Pada tahun ini inyong belum berpartisipasi karena inyong masih rada jauh dari KS BIODIV dan satu alasan lain. Jadi inyong tidak bisa banyak cerita tentang EWM 2014 yang mengeksplor Lawu sisi selatan.
Pada tahun selanjutnya inyong baru bisa ikut serta. Inyong tertarik dengan salah dua kajiannya, yaitu anggrek dan lumut. Kebetulan untuk kajian anggrek belum ada yang minat, inyong dimasukan ke kajian flora khusus anggrek. Tahun ini EWM berfokus di sisi barat. Kegiatannya kurang lebih 1 minggu. Pada 1 minggu itu kami mengeksplorasi hutan lindung yang ada di sisi barat, tepatnya daerah Ngargoyoso. Dari kegiatan ini inyong menjadi lebih memahami tentang Biodiversitas walau sedikit. Perasaan inyong bahagia banget waktu itu. Paham maksud dari Biodiversitas alam liar. Dari ini inyong mulai tertarik dengan Biodiversitas alam liar, utamanya anggrek. Namun inginnya nggak cuma anggrek, karena Biodiversitas itu luas. Inyong juga tertarik reptil, lepidoptera dan pastinya kajian flora. Inyong sangat tertarik dengan flora, dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah.
Apa jadinya kalau inyong tidak menjadi anggota KS BIODIV ? Inyong tidak akan lebih memahami apa arti dari kata Biodiversitas. Inyong hanya tau arti "kata" nya saja, bukan dalamnya. Inyong kecewa, kecewa baru tahu Biodiversitas alam liar pada masa akhir studi inyong. Ini masih menjadi kekecewaan inyong hingga saat ini dan mungkin akan terus hinggap di perasaan inyong. Terimakasih Kelompok Studi Biodiversitas, engkau telah membuka inderaku. Maaf aku telat... untuk menyadari hal penting dari ilmu biologi.
Komentar
Posting Komentar